Insya Allah dalam beberapa hari kedapan kita akan memasuki tanggal 10 Dzulhijjah, yang merupakan salah satu hari besar untuk umat Muslim di seluruh dunia. Ya, pada tanggal tersebut merupakan momen Hari Raya Idul Adha.

Nah, karena sudah mendekati dengan Hari Raya Idul Adha, ada beberapa amalan Sunnah yang bisa Anda kerjakan. Berikut ini amalan-amalan Sunnah sebelum sholat Idul Adha:

Melaksanakan Puasa Arafah

Puasa arafah merupakan amalan yang dianjurkan untuk dilakukan setiap tanggal 9 Dzulhijjah atau sehari sebelum Idul Adha. Amalan ini hanya dilakukan oleh orang yang sedang tidak melaksanakan ibadah haji. Ada banyak keutamaan puasa arafah, salah satunya dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan yang akan datang.

Mengumandangkan Takbir

Menjelang hari raya, kita dianjurkan untuk mengumandangkan Takbir, Tahlil dan Tahmid. Atau masyarakat kita lebih sering mengistilahkannya dengan ‘takbiran’. Disunnahkan mengumandangkan takbir sejak tenggelamnya matahari pada malam Ied sampai keesokan harinya imam naik ke mimbar untuk memberikan khutbah hari raya Idul Adha.

Akan tetapi, bukan berarti kita yang berada dirumah hanya diam saja. Takbir juga boleh dikumandangkan sejak keluar rumah menuju tempat shalat hingga shalat Ied akan didirikan.

Mandi Sebelum Sholat Ied

Dalil kuat yang menyatakan tentang kesunahan mandi sebelum Sholat Ied adalah riwayat dari Al-Baihaqi melalui asy-Syafi’i tentang seseorang yang pernah bertanya kepada Ali ra tentang mandi. Beliau menjawab,“Mandilah setiap hari jika engkau mengehendakinya.” Kata orang itu, ”Bukan itu yang kumaksud, tapi mandi yang memang mandi (dianjurkan)”. Ali menjawab , ”Hari Jum’at, Hari Arafah, Hari Nahr dan hari Fithri”.

Ibnu Qudamah mengatakan bahwa karena hari Ied merupakan  hari berkumpulnya kaum muslimin untuk shalat, maka ia disunnahkan untuk mandi sebagaimana hari Jum’at.

Memakai Parfum dan Pakaian Bagus

Hal ini berdasarkan hadits berikut;

عن زيد بن الحسن بن علي ، عن أبيه – رضي الله عنهما – قال : أمرنا رسول الله – صلى الله عليه وآله وسلم – في العيدين أن نلبس أجود ما نجد ، وأن نتطيب بأجود ما نجد ، وأن نضحي بأسمن ما نجد ، البقرة عن سبعة والجزور عن عشرة ، وأن نظهر التكبير وعلينا السكينة والوقار .

Dari Zaid bin Hasan bin Ali dari Ayahnya radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata bahwa Rasulullahi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kami pada shalat dua hari raya untuk mengenakan pakaian terbaik yang kami miliki, memakai parfum terbaik yang kami miliki, dan berkurban dengan hewan paling gemuk yang kami miliki, . . .” (HR. Hakim)

Tidak makan sebelum Sholat Ied

Dianjurkan untuk tidak makan sebelum shalat Ied. Berdasarkan hadits riwayat ‘Abdullah bin Buraidah, dari ayahnya, ia berkata;

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- لاَ يَغْدُو يَوْمَ الْفِطْرِ حَتَّى يَأْكُلَ وَلاَ يَأْكُلُ يَوْمَ الأَضْحَى حَتَّى يَرْجِعَ فَيَأْكُلَ مِنْ أُضْحِيَّتِهِ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa tidak berangkat shalat ‘ied pada hari Idul Fithri sebelum makan terlebih dahulu. Sedangkan pada hari Idul Adha, beliau tidak makan lebih dulu kecuali setelah pulang dari shalat ‘ied  beliau menyantap daging qurbannya.” (HR. Ahmad dan Tirmidziy).

“Imam Ahmad rahimahullah sebagaimana dikutip oleh ibnu Qudamah dalam Al-Mughni (2:228) berkata: “Saat Idul Adha dianjurkan tidak makan hingga kembali dan memakan sembelihan qurban. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam makan dari hasil sembelihan qurbannya. Jika seseorang tidak memiliki qurban (tidak berqurban), maka tidak masalah jika ia makan terlebih dahulu sebelum shalat ‘ied.”

Melalui Jalan Yang Berbeda Ketika Berangkat dan Kembali

Sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Jabir radhiyallahu ‘anhuma;

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِاللهِ رَضِي اللهُ عَنْهُمَا قَالَ : كَانَ النَّبِيُّ    إِذَا كَانَ يَوْمُ عِيدٍ خَالَفَ الطَّرِيقَ ( رواه البخاري (

Dari Jabir radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika pada hari Raya selalu melalui jalan yang berbeda (ketika berangkat dan kembali). (HR. Bukhari).

Wallahu a’lam,