Secara umum haram adalah sesuatu yang dilarang dalam syariat untuk dilakukan. Jika seseorang melanggarnya, maka akan ada konsekuensi atau dampak yang dirasakan baik itu di dunia maupun kelak di akhirat. Karena pembahasan mengenai haram ini sangatlah luas, ruang lingkup dalam tema kali ini ingin penulis fokuskan berkenaan dengan dampak yang terjadi ketika mengkonsumsi makanan haram.

Makanan yang disebut haram bukanlah sekedar bagaimana cara untuk mendapatkan makanan tersebut, melainkan juga mengenai apakah makanan tersebut baik atau tidak untuk tubuh. Beberapa makanan juga dapat memberikan pengaruh buruk yang akhirnya bisa berdampak pada kesehatan tubuh kita.

Dalam Surat Al-Baqarah Ayat 168, Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

Artinya: “Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.”

Jenis Makanan Haram

Makanan haram merupakan makanan yang dilarang untuk dikonsumsi oleh umat Islam. Dalam surat Al-Ma’idah Ayat 3, Allah SWT berfirman:

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ وَالْمُنْخَنِقَةُ وَالْمَوْقُوذَةُ وَالْمُتَرَدِّيَةُ وَالنَّطِيحَةُ وَمَا أَكَلَ السَّبُعُ إِلَّا مَا ذَكَّيْتُمْ وَمَا ذُبِحَ عَلَى النُّصُبِ وَأَنْ تَسْتَقْسِمُوا بِالْأَزْلَامِ ۚ ذَٰلِكُمْ فِسْقٌ ۗ الْيَوْمَ يَئِسَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ دِينِكُمْ فَلَا تَخْشَوْهُمْ وَاخْشَوْنِ ۚ الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا ۚ فَمَنِ اضْطُرَّ فِي مَخْمَصَةٍ غَيْرَ مُتَجَانِفٍ لِإِثْمٍ ۙ فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Artinya: “Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan.

Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Makanan haram dalam Islam digolongkan dalam dua jenis utama yaitu:

Haram Karena Dzat

Makanan haram karena dzat atau asalnya termasuk seperti yang disebutkan dalam ayat sebelumnya yaitu darah, bangkai, daging babi, khamr, anjing, keledai, binatang buas dan lain sebagainya.

Haram Karena Kondisi

Walaupun dzat atau asal makanan bukan termasuk dalam kategori yang diharamkan, namun jika misalnya makanan yang didapat dengan cara yang diharamkan seperti mencuri, menipu, maupun berjudi, maka mengkonsumsi makanan seperti ini haram hukumnya.

Dampak Mengkonsumsi Makanan Haram

Dalam Islam sudah jelas bahwa makan makanan haram itu tidak diperbolehkan. Allah mengharamkan makanan yang membawa dampak buruk bagi kesehatan tubuh manusia. Adapun diantara dampak mengkonsumsi makanan haram tersebut anatara lain:

Memberi Efek Negatif Psikologis

Bukan hanya berbahaya untuk kesehatan tubuh manusia, memakan makanan haram juga mempunyai pengaruh yang cukup besar pada psikologis setiap jiwa. Dikutip dari Bincangsyariah.com, secara logika, manusia yang meninggalkan barang haram tentu lebih dekat kepada Tuhannya. Sehingga ketika ada marabahaya yang mendekat atau hendak melakukan maksiat, Allah bisa memberi rahmat kepadanya. Namun, keajaiban tersebut tidak akan terjadi kepada orang yang sering memakan barang haram.

Mengurangi Iman Dalam Hatinya

Memakan makanan haram bukan hanya berdampak pada hati dan akalnya, namun juga pada keimanannya. Makanan dan minuman haram bisa menyebabkan berkurangnya iman seseorang dan mengganggu ibadahnya.

Makanan Haram Mempengaruhi Doa

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

« أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ لاَ يَقْبَلُ إِلاَّ طَيِّبًا وَإِنَّ اللَّهَ أَمَرَ الْمُؤْمِنِينَ بِمَا أَمَرَ بِهِ الْمُرْسَلِينَ فَقَالَ ( يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا إِنِّى بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ) وَقَالَ (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ) ». ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ يَا رَبِّ يَا رَبِّ وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِىَ بِالْحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لِذَلِكَ ».

“Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah itu thoyyib (baik). Allah tidak akan menerima sesuatu melainkan dari yang thoyyib (baik). Dan sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada orang-orang mukmin seperti yang diperintahkan-Nya kepada para Rasul. Firman-Nya: ‘Wahai para Rasul! Makanlah makanan yang baik-baik (halal) dan kerjakanlah amal shalih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.’

Dan Allah juga berfirman: ‘Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah rezeki yang baik-baik yang telah kami rezekikan kepadamu.’” Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan tentang seorang laki-laki yang telah menempuh perjalanan jauh, sehingga rambutnya kusut, masai dan berdebu. Orang itu mengangkat tangannya ke langit seraya berdo’a: “Wahai Tuhanku, wahai Tuhanku.” Padahal, makanannya dari barang yang haram, minumannya dari yang haram, pakaiannya dari yang haram dan diberi makan dari yang haram, maka bagaimanakah Allah akan memperkenankan do’anya?” (HR. Muslim no. 1015)

Secara umum, melakukan suatu ketaatan adalah jalan mudah terkabulnya doa. Begitu dengan sebaliknya, segala kemaksiatan menjadi sebab penghalang terkabulnya doa.