Tidak terasa dalam beberapa hari kedepan kita akan memasuki bulan Rajab, artinya dalam kurun waktu kurang lebih satu sampai dua bulan kedepan insya Allah kita juga akan menapaki kembali bulan Sya’ban kemudian Ramadhan. Semoga diberi umur panjang hingga kita semua bisa melaksanakan ibadah puasa Ramadhan 1441 H.

Artikel ini mulai dibuat pada tanggal 23 Jumadil Akhir, 1441 H. Sebagai bentuk menyambut datangnya bulan Rajab, penulis mencoba merangkum mengenai apa saja fadhilah bulan Rajab atau kesitimewaan bulan Rajab dibanding bulan lain, dengan sumber referensi yang berasal dari situs resmi Nahdlatul Ulama (NU) islam.nu.or.id.

Apa itu Bulan Rajab?

Bulan Rajab merupakan salah satu bulan yang dimuliakan, dalam kitab I‘anatut Thalibin dijelaskan bahwa “Rajab” merupakan derivasi dari kata “tarjib” yang berarti mengagungkan atau memuliakan. Karena banyaknya tetesan kebaikan, bulam Rajab biasa juga disebut “Al-Ashabb” (الأصب) yang berarti “yang mengucur” atau menetes”.

Dalam surah At-Taubah ayat 36, Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ

“Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, diantaranya ada empat bulan haram.

Yang disebut empat bulan haram adalah bulan mulia di luar Ramadhan, yakni Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.  Disebut “bulan haram” (الأشهر الحرم) karena pada bulan-bulan tersebut umat Islam dilarang mengadakan peperangan.

Keistimewaan Bulan Rajab

Peristiwa ajaib isra’ dan mi’raj Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam menjadikan salah satu keistimewaan bulan Rajab. Peristiwa tersebut terjadi pada bulan Rajab tahun 10 kenabian (620 M). Momen perjalanan Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha lalu menuju ke sidratul muntaha yang ditempuh hanya semalam.

Dari peristiwa isra’ dan mi’raj tersebut, umat Islam menerima perintah untuk mendirikan shalat lima waktu. Begitu agungnya peristiwa ini hingga peristiwa ini diperingati tiap tahun oleh kaum muslimin di berbagai belahan dunia.

Pada bulan Rajab, Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah menunjukan kuasa-Nya kepada hamba-Nya. Isra Miraj adalah mukjizat Nabi Muhammad yang sulit di terima akal. Akan tetapi jika itu sudah menjadi kehendak-Nya, maka tak seorang pun dapat mencegahnya. Kun fayakun.

Doa Bulan Rajab

Adapun doa yang bisa kita amalkan saat memasuki bulan Rajab adalah sebagai berikut:

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

“Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan bulan Sya’ban dan pertemukanlah kami dengan bulan Ramadlan.”

Hadits Dhaif Tentang Rajab

Merupakan fenomena menarik yang mungkin menjadi tren musiman dari tahun sebelumnya, yaitu banyaknya orang-orang yang menyebarkan informasi keagamaan secara sukarela dan disebar secara luas melalui sosial media, seperti Facebook, Twitter, Grup WA, dan media lainnya.

Diantara penyebaran informasi tersebut adalah mengenai keutamaan bulan Rajab. Ada banyak hadits disebarkan dengan tujuan untuk memotivasi orang memperbanyak ibadah puasa pada bulan Rajab.

Hadits seputar keutamaan bulan Rajab ini sudah pernah dikaji oleh Ibnu Hajar Al-Asqalani. Hasil kajiannya itu ditulis dalam kitab berjudul Tabyinul ‘Ajab bi Ma Warada fi Fadhli Rajab. Dalam kitab itu ia berkata:

Tidak ada hadits shahih yang bisa dijadikan hujjah terkait keutamaan Rajab, puasa Rajab, atau puasa di hari tertentu di bulan Rajab, serta beribadah pada malam tertentu di bulan Rajab. Sebelumnya sudah ada yang melakukan kajian ini, yaitu Imam Abu Ismail Al-Harawi Al-Hafidz. Meskipun demikian, sesungguhnya para ulama membolehkan mengamalkan hadits tentang fadhilah amal, walaupun kualitasnya lemah, selama tidak maudhu’.”

Namun demikian, bukan berarti tidak ada keutamaan menjalankan ibadah, misalnya puasa, dalam bulan Rajab. Justru puasa menjadi istimewa karena dilakukan pada bulan istimewa. Hanya saja, seberapa besar pahala yang akan didapat, Allahu a’lam. Hanya Allah yang tahu.

Jadi dengan banyaknya beredar hadits dhaif tentang keutamaan Rajab bukan berati memperbanyak amalan pada bulan itu tidak dibolehkan, karena hadits dhaif itu sendiri masih boleh diamalkan dengan syarat tidak berkaitan dengan akidah dan kelemahannya tidak terlalu parah.

Selain itu juga masih ada riwayat lain yang shahih menyebut Nabi pernah mengerjakan puasa di bulan Rajab dan memerintahkan sahabat puasa di bulan yang mulia.

Wallahu a’lam.

Baca Juga: Makna Hujan yang Perlu Kita Ketahui