Doa aqiqah merupakan doa yang dibaca ketika kita sedang melaksanakan aqiqah, baik itu aqiqah untuk diri sendiri maupun aqiqah anak. Doa adalah senjata kita sebagai umat muslim, dengan berdoa kepada Allah berarti kita meminta kepada sang Maha Kuasa, dan memang sudah seharusnya begitu.

Pada pelaksanaan aqiqah terdapat rukun aqiqah beserta ketentuannya, mengenai hal tersebut Pelangi Aqiqah sudah pernah membahasnya pada artikel sebelumnya. Jika Anda belum membacanya, kami menyarankan Anda untuk membacanya terlebih dahulu.

Baca Juga : Syarat Ketentuan Aqiqah Anak Laki-Laki dan Perempuan

Untuk pembahasan kali ini, sesuai dengan judul di atas, kami akan menguraikan informasi yang berkaitan dengan niat aqiqah dan doa aqiqah beserta terjemahannya dalam bahasa Indonesia. Semoga bisa bermanfaat, khususnya sebagai pengingat bagi penulis.

Niat Aqiqah

Niat merupakan hal terpenting dalam ibadah, seperti yang pernah disebutkan oleh Rasulullah SAW dalam sebuah hadist riwayat Bukhari, bahwa segala amal itu tergantung dari niatnya, dan kita akan mendapatkan sesuatu dari apa yang kita niatkan.

Tentu saja setiap niat kita dalam beribadah harus diniatkan karena Allah dalam mengharap ridho-Nya. Amal yang diniatkan bukan karena Allah, maka akan menjadi sia-sia, tidak ada hasil sama sekali baik di dunia maupun akhirat.

Dikutip dari jawaban atas seorang penanya pada salafy.or.id, disunnahkan saat menyembelih binatang untuk ‘aqiqoh dengan membaca:

بِسْمِ اللهِ ، اللَّهُ أَكْبَرُ ، اللَّهُمَّ مِنْكَ وَلَكَ ، هَذِهِ عَقِيقَةُ فُلاَن

Bismillah Allahu Akbar Allaahumma minka wa laka, haadzihi ‘aqiiqotu fulaan (Dengan Nama Allah, Allah adalah Yang Terbesar, Ya Allah ini dariMu dan untukMu. Ini adalah aqiqoh fulaan)

Penyebutan ‘fulaan’ itu diganti dengan nama anak yang diaqiqohi tersebut

Lalu bagaimana jika mengucap Bismilah saja tanpa melafadzkan niat saat menyembelih aqiqah ini dari anak tertentu?

Ibnul Mundzir menyatakan:

وإن نوى العقيقة ولم يتكلم به أجزأه إن شاء الله

Jika dia berniat aqiqoh dan tidak mengucapkannya maka yang demikian sudah cukup baginya InsyaAllah

(Tuhfatul Mauduud fii Ahkaamil Mauluud (1/93)).

Dari pernyataan Ibnul Mundzir tersebut dapat kita ketahui bahwa kalaupun seseorang hanya mengucap Bismilah saat menyembelih aqiqah tanpa melafadzkan niat bahwa aqiqah ini dari anak tertentu, maka yang demikian tidak mengapa.

Doa Aqiqah

Aqiqah merupakan sebuah ibadah yang ditujukkan kepada Allah sebagai wujud rasa syukur kita atas nikmat yang telah diberikan. Pelaksanaan aqiqah hukumnya sunnah muakkad (sangat dianjurkan), waktu yang paling utama untuk aqiqah yaitu pada hari ketujuh atau seminggu setelah kelahiran bayi.

Baca Juga : Hukum Aqiqah dan Dalilnya Dalam Islam

Untuk aqiqah anak laki-laki menggunakan dua ekor kambing/domba dan aqiqah anak perempuan menggunakan satu ekor kambing/domba. Hewan yang digunakan dalam aqiqah harus dalam kondisi yang baik, tidak sakit atau cacat.

Teks Bacaan Doa Ketika Mencukur Bayi

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ أَللهم نُوْرُ السَّمَاوَاتِ وَنُوْرُالشَّمْسِ وَالْقَمَرِ, اللهم سِرُّ اللهِ نُوْرُ النُّبُوَّةِ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهِ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Bismillâhirrahmânirrahîm. Alhamdulillâhirabbil ‘âlamîn. Allâhumma nûrus samâwâti wa nûrusy syamsyi wal qamari, Allâhumma sirruLlâhi nûrun nubuwwati RasuluLlâhi ShallaLlâhu ‘alaihi wasallam walhamduliLlâhi Rabbil ‘âlamin.

“Dengan menyebut asma Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, Ya Allah, cahaya langit, matahari dan rembulan. Ya Allah, rahasia Allah, cahaya kenabian, Rasululullah SAW, dan segala puji Bagi Allah, Tuhan semesta alam.”

Teks Bacaan Doa Meniup Ubun-Ubun Bayi Setelah Dicukur

اللَّهُمَّ إِنِّي أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

Allâhumma innî u’îdzuhâ bika wa dzurriyyatahâ minasy syaithânir rajîm

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon perlindungan untuk dia dan keluarganya dari setan yang terkutuk.”

Teks Bacaan Doa Walimah Aqiqah

اللهم احْفَظْهُ مِنْ شَرِّالْجِنِّ وَالْإِنْسِ وَأُمِّ الصِّبْيَانِ وَمِنْ جَمِيْعِ السَّيِّئَاتِ وَالْعِصْيَانِ وَاحْرِسْهُ بِحَضَانَتِكَ وَكَفَالَتِكَ الْمَحْمُوْدَةِ وَبِدَوَامِ عِنَايَتِكَ وَرِعَايَتِكَ أَلنَّافِذَةِ نُقَدِّمُ بِهَا عَلَى الْقِيَامِ بِمَا كَلَّفْتَنَا مِنْ حُقُوْقِ رُبُوْبِيَّتِكَ الْكَرِيْمَةِ نَدَبْتَنَا إِلَيْهِ فِيْمَا بَيْنَنَا وَبَيْنَ خَلْقِكَ مِنْ مَكَارِمِ الْأَخْلَاقِ وَأَطْيَبُ مَا فَضَّلْتَنَا مِنَ الْأَرْزَاقِ اللهم اجْعَلْنَا وَإِيَّاهُمْ مِنْ أَهْلِ الْعِلْمِ وَأَهْلِ الْخَيْرِ وَأَهْلِ الْقُرْآنِ وَلَا تَجْعَلْنَا وَإِيَّاهُمْ مِنْ أَهْلِ الشَّرِ وَالضَّيْرِ وَ الظُّلْمِ وَالطُّغْيَانِ

Allâhummahfadzhu min syarril jinni wal insi wa ummish shibyâni wa min jamî’is sayyiâti wal ‘ishyâni wahrishu bihadlânatika wa kafâlatika al-mahmûdati wa bidawâmi ‘inâyatika wa ri’âyatika an-nafîdzati nuqaddimu bihâ ‘alal qiyâmi bimâ kalaftanâ min huqûqi rububiyyâtika al-karîmati nadabtanâ ilaihi fîmâ bainanâ wa baina khalqika min makârimil akhlâqi wa athyabu mâ fadldlaltanâ minal arzâqi. Allâhummaj’alnâ wa iyyâhum min ahlil ‘ilmi wa ahlil khairi wa ahlil qur`âni wa lâ taj’alnâ wa iyyâhum min ahlisy syarri wadl dloiri wadz dzolami wath thughyâni.

“Ya Allah, jagalah dia (bayi) dari kejelekan jin, manusia ummi shibyan, serta segala kejelekan dan maksiat. Jagalah dia dengan penjagaan dan tanggungan-Mu yang terpuji, dengan perawatan dan perlindunganmu yang lestari. Dengan hal tersebut aku mampu melaksanakan apa yang Kau bebankan padaku, dari hak-hak ketuhanan yang mulia. Hiasi dia dengan apa yang ada diantara kami dan makhluk-Mu, yakni akhlak mulia dan anugerah yang paling indah. Ya Allah, jadikan kami dan mereka sebagai ahli ilmu, ahli kebaikan, dan ahli Al-Qur’an. Jangan kau jadikan kami dan mereka sebagai ahli kejelekan, keburukan, aniaya, dan tercela.”

Niat dan Doa Aqiqah Bahasa Arab Beserta Terjemahannya
5 (100%) 2 votes