Sebentar lagi akan memasuki bulan Dzulhijjah, kita sebagai umat Islam pasti sangat gembira menyambut datangnya bulan haji tersebut. Penggunaan istilah bulan haji ini populer di masyarakat Indonesia, karena bulan Dzulhijjah identik dengan ibadah haji.

Seperti yang sudah kita ketahui bahwa dalam rangkaian prosesi ibadah haji ada “napak tilas” atas kejadian yang pernah dialami oleh Nabi Ibrahim dan istrinya serta anaknya, yaitu Nabi Ismail.

Ibadah Sa’I misalnya, yaitu berjalan kaki antara bukit Shafa dan Marwah pulang pergi sebanyak tujuh kali yang dahulu pernah dilakukan oleh Siti Hajar, ketika ia berusaha mencari air untuk anaknya, Ismail, yang hampir mati karena kehausan. Selain itu, ada juga ibadah qurban yang berkaitan erat dengan pemotongan hewan.

Lalu, apakah qurban sama dengan aqiqah? Untuk penjelasan lebih lengkapnya, harap simak baik-baik bacaan di bawah ini. Pastikan Anda membacanya hingga akhir, agar tidak terjadi kesalahpahaman.

Pengertian Qurban Secara Singkat

Penyembelihan hewan qurban (Image: nuruljadid.net)

Menurut bahasa qurban berarti Qoroba Yaqrobu yang artinya mendekat. Makna dari kata mendekat tersebut adalah qurban termasuk dalam salah satu ibadah yang mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wata’ala.

Sejarah qurban bermula dari Nabi Ibrahim, ketika itu beliau mendapatkan wahyu dari Allah untuk menyembelih putera nya sendiri Nabi Ismail. Akan tetapi pada saat penyembelihan dilakukan, Allah Subhanahu Wata’ala memerintahan malaikat Jibril untuk membawa domba dari surga, lalu domba tersebut dijadikan sebagai pengganti Nabi Ismail.

Hingga saat ini umat Islam memperingati perayaan Idul Adha setiap 10 Dzulhijjah dengan memotong domba atau hewan ternak lain, seperti kambing, sapi, unta untuk berkurban serta mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wata’ala.

Pengertian Aqiqah Secara Singkat

Syarat aqiqah anak
Potong rambut aqiqah (Pelangi Aqiqah)

Aqiqah artinya al-qat’u (memotong), maksud dari memotong tersebut adalah memotong hewan aqiqah, bisa berupa kambing atau domba dengan catatan kondisi hewan yang sehat dan tidak cacat.

Jika Anda ingin mengaqiqahkan anak Anda, tidak perlu khawatir soal kondisi hewan, karena Pelangi Aqiqah selalu memperhatikan kondisi hewan, baik dari segi kebersihan kandang, pangan, hingga kesehatan. Selain itu hewan aqiqah di Pelangi Aqiqah juga diawasi oleh Dokter Hewan yang ahli dibidangnya.

Sejarah aqiqah sudah berlangsung sejak zaman jahiliyah, tradisi ini pernah dilakuakan sebelum Islam datang atau disebut zaman Pra-Islam. Kala itu orang-orang jahiliyah melakukan penyembelihan kambing untuk anaknya yang baru lahir, terutama anak laki-laki.

Baca Juga : Sejarah Aqiqah Sebelum dan Sesudah Datangnya Islam

Cara yang mereka lakukan adalah dengan menyembelih kambing, kemudian darahnya diambil lalu dilumuri ke kepala sang bayi. Hingga datang Rasulullah SAW, beliau memerintahkan untuk mengganti darah dengan minyak wangi.

Perebedaan Aqiqah dan Qurban

Kembali kepada pertanyaan di awal pembuka tadi, apakah aqiqah dan qurban itu sama? Penulis yakin setelah Anda membaca dengan seksama penjelasan di atas, pasti Anda sudah mengetahuinya. Ya, jawabannya adalah berbeda.

Meskipun tata cara penyembelihannya adalah sama-sama menyembelih hewan ternak, seperti, kambing, domba dan sapi, namun mempunyai tujuan yang berbeda. Sebagian besar ulama (Jumhur Ulama) berpendapat bahwa hukum aqiqah dan qurban adalah sunnah muakkad atau sunnah hukumnya mendekati wajib.

Selain itu, waktu pelaksanaan aqiqah dengan waktu pelaksanaan qurban pun jelas ada perbedaan. Dilansir dari halaman nu.or.id, waktu penyembelihan qurban ada empat hari, dimulai dari tanggal 10 sampai 13 Dzulhijah, akan tetapi lebih baiknya penyembelihan hewan qurban dimulai pada hari pertama sebelum tergelincir matahari agar memperoleh kesunahan.

Kesimpulan

Setelah kita ketahui pengertian serta sejarah singkat mengenai aqiqah dan qurban. Maka, kita bisa dapat kesimpulan bahwa keduanya merupakan bentuk ibadah kepada Allah. Aqiqah adalah wujud rasa syukur atas kelahiran sang buah hati. Qurban merupakan sebagai bentuk memperingati Idul Adha sekaligus napak tilas atas apa yang pernah dilakukan oleh Nabi Ibrahim, sebagai bentuk ibadah mendekatkan diri kepada Allah.